Para pemimpin negara ASEAN menyepakati kerangka kerja sama ketahanan pangan dan energi kawasan dalam pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung selama dua hari.

Kesepakatan ini mencakup pembentukan cadangan pangan darurat bersama, jaringan rantai pasok beras regional, serta percepatan transisi energi melalui kerja sama pembangunan pembangkit terbarukan lintas batas.

Dalam pernyataan bersama, para pemimpin menegaskan komitmen untuk memastikan harga pangan yang stabil dan akses energi yang terjangkau bagi seluruh warga kawasan.

Sekretaris jenderal ASEAN menyebut implementasi akan dimulai dengan proyek percontohan di lima negara, termasuk uji coba mekanisme berbagi data stok pangan secara real-time.

Pengamat kawasan menilai kesepakatan ini menjadi langkah strategis ASEAN di tengah ketidakpastian rantai pasok global dan dampak perubahan iklim terhadap produksi pangan.